HOT NEWS

Tips Memotret Sunrise dan Sunset

Tips Memotret Sunrise dan Sunset dari Johntefon

Bahagia Menjadi Seorang Guru

Perasaan bahagia bagi seorang GURU..

Isi Surat Abraham Lincoln

Berikut adalah sebuah surat yang ditulis sendiri oleh Abraham Lincoln (1809-1865; negarawan AS) kepada Kepala Sekolah putranya.

Kisah Anak Penderita Kanker Otak

Sebuah penyakit mematikan sering kali mampu mengubah karakter dan pandangan si penderita terhadap dunia dan kehidupan secara keseluruhan.

Mengenal Animasi

Film animasi adalah film yang membuat benda mati atau diam seperti gambar,mainan dll nampak seperti bergerak atau hidup.

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 November 2012

AIR INI HANYA UNTUK INSINYUR


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.

Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur” Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.

Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.

Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan,sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka?

Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan “SIKAP POSITIF” . Muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.

Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang kenegerinya dan bekerja sebagai insinyur.

Kini ia sudah menaklukkan ”rasa sakit”nya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain.

Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.

Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya.

Suatu hari insinyur tersebut datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; “Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu”

Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: “Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini.

Kini sikap positfnya sudah membuahkan hasil, lalu apakah ceritanya sampaidi sini?

Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab.

Tahukan Anda apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company)perusahaan minyak terbesar di dunia.

Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.

Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.

Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.

Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi hal yang positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.

Itulah kekuatan”SIKAP POSITIF”

Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita …

Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita ….

Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya … Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat “Bersikap Positif” dan menjadi bagian dari solusi …

Sumber: FB Vicky Robiyanto

Jumat, 03 Agustus 2012

Know What You Want

Everything you want should be yours: the type of work you want; the relationships you need; the social, mental, and aesthetic stimulation that will make you happy and fulfilled; the money you require for the lifestyle that is appropriate to you; and any requirement that you may (or may not) have for achievement or service to others. If you don't aim for it all, you'll never get it all. To aim for it requires that you know what you want.

Segala hal yang Anda inginkan seharusnya menjadi milik Anda: jenis pekerjaan yang Anda kehendaki; hubungan antarsesama yang Anda butuhkan; stimulasi sosial, mental, dan estetis yang akan membuat Anda bahagia dan puas; uang yang Anda butuhkan untuk memenuhi gaya hidup yang sesuai dengan diri Anda; dan berbagai syarat yang mungkin (atau tidak) Anda perlukan untuk mencapai sesuatu atau melayani sesama. Jika Anda tidak mencoba mencapai semua itu, Anda takkan pernah mendapatkannya. Tapi, untuk meraih semua itu Anda harus tahu apa yang Anda inginkan.

-Richard Koch, mantan konsultan manajemen, entrepreneur, dan penulis sejumlah buku tentang cara menerapkan prinsip Pareto (aturan 80/20) dalam segala bidang kehidupan.


Penulis : Tim AndrieWongso

Selasa, 31 Juli 2012

"Nanti Saya Akan Sedekah, Pak Kyai"


Malam itu di sebuah pesantren yatim-piatu di Jawa Timur seorang Pengusaha datang bersilaturahmi ke Kyai pengasuh pesantren. Dia memang mempunyai yang ingin coba dibagi dengan Pak Kyai.
Sejurus kemudian berlangsunglah pembicaraan antara keduanya.

“Pak Kyai, saya datang ke sini mau minta bantu doa agar hajat saya dikabulkan oleh Allah SWT.” ujar si Pengusaha.
“Memangnya saudara sedang punya hajat apa?” tanya Pak Kyai ringan.
“Begini Pak Kyai…, saya ini punya usaha di bidang migas. Saya sedang ikut tender di Riau. Doakan agar saya bisa menang tender…!” jelas si Pengusaha.
“Hmmmmm…” Pak Kyai hanya bergumam tanpa sedikit pun memberi tanggapan.

Entah apa gerangan, mungkin untuk meyakinkan Pak Kyai, tiba-tiba si Pengusaha menambahkan, 
“Tolong doakan saya dalam tender ini Pak Kyai, insyaAllah seandainya saya menang tender, pasti saya akan bersedekah ke pesantren ini!”

Dahi Pak Kyai berkernyit mendengarnya. Raut muka beliau terlihat sepertinya agak tersinggung dengan pernyataan si Pengusaha.

Menanggapi pernyataan si Pengusaha, Pak Kyai yang asli Madura bertanya, 
“Sampeyan hafal surat Al-Fatihah…?!” 
Si Pengusaha menjawab bahwa ia hafal.
“Tolong bacakan surat Al-Fatihah itu!” pinta Pak Kyai.
“Memangnya ada apa Pak Kyai, kok tiba-tiba ingin mendengar saya baca Al-Fatihah?!” tanya si Pengusaha.”
“Sudah baca saja… Saya mau dengar!” tukas Pak Kyai.

Maka, sang Pengusaha itu pun mulai membaca surat pertama Al-Qur’an.
“Bismillahirrahmanirrahim…”
“…Alhamdulillahi rabbil alamiin… Ar rahmaanir rahiim… Maliki yaumiddiin… Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin…”
“Sudah-sudah cukup…, berhenti sampai di situ!” pinta Pak Kyai.

Si Pengusaha pun menghentikan bacaan.
“Ayat yang terakhir sampeyan baca itu mengerti tidak maksudnya?!” tanya Pak Kyai.
“Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin…, Pak Kyai?” tanya si Pengusaha menegaskan.
“Ya, yang itu!” jawab Pak Kyai.
“Oh itu, saya sudah tahu artinya Kepada-Mu ya Allah kami mengabdi…kepada-Mu ya Allah kami memohon pertolongan!” tandas si Pengusaha.

Pak kyai lalu berujar enteng, 
“Oh, rupanya masih sama Al-Fatihah sampeyan dengan saya punya!”
Si pengusaha memperlihatkan raut kebingungan di wajahnya. “Maksud Pak Kyai…?!” tanya si Pengusaha heran.
“Saya kira Al-Fatihah sampeyan sudah terbalik menjadi iyyaka nasta’iin wa iyyaka na’budu!” jawab Pak Kyai.

Si Pengusaha malah bertambah bingung mendengar penjelasan pak kyai, ia pun berkata, 
“Saya masih belum mengerti Pak Kyai!”

Pak Kyai tersenyum melihat kebingungan si Pengusaha, beliau pun menjelaskan,
“Tadi sampeyan bilang kalau menang tender maka sampeyan akan sedekah ke pesantren ini. Menurut saya itu mah iyyaka nasta’iin wa iyyaka na’budu. Kalau Al-Fatihah sampeyan ga terbalik, pasti sampeyan sedekah dulu ke pesantren ini, insyaAllah pasti menang tender jika Allah mengijinkan!”
Deggg! Keras sekali smash sindiran menghujam jantung hati si Pengusaha.
Ba’da dzuhur esok harinya, handphone Pak Kyai berdering. Rupanya si Pengusaha tadi malam.
“Mohon dicek Pak Kyai, saya barusan sudah transfer ke rekening pesantren,” kata si Pengusaha, sambil pamit lalu menutup telepon.

Sejurus kemudian Pak Kyai pergi ke bank membawa buku tabungan.
Usai dicetak lalu dicek, matanya terbelalak melihat angka 2 dan deretan angka 0 yang amat panjang. Hingga Pak Kyai merasa sulit memastikan jumlah uang yang ditransfer.
Pak Kyai pun bertanya kepada teller bank, 
“Mbak, tolong bantu saya berapa dana yang ditransfer ke rekening saya ini?”
Sang teller menjawab, “Ini nilainya 200 juta, Pak Kyai!”

Pak Kyai pun begitu sumringah. Seumur-umur baru kali ini ada orang menyumbang sebanyak itu ke Pesantrennya, berulang kali ucapan hamdalah terdengar dari lisannya.
Malamnya lepas maghrib, Pak Kyai mengumpulkan seluruh ustadz dan santri di pesantren yatim-piatu itu.
Mereka membaca Al-Qur’an, dzikir & doa yang panjang untuk hajat yang ingin dicapai oleh si Pengusaha.
Arsy Allah SWT malam itu mungkin bergetar.
Pintu-pintu langit mungkin terbuka, sebab doa yang dipanjatkan oleh Pak Kyai & para santri yatim-piatu begitu khusyuk…

Seminggu berselang si Pengusaha menelpon Pak Kyai.
“Pak kyai, saya ingin mengucapkan terima kasih atas doanya tempo hari. Alhamdulillah, baru saja saya mendapat kabar bahwa perusahaan saya menang tender dengan nilai proyek yang cukup besar!”

Mendengar itu, Pak Kyai turut bersyukur kepada Allah SWT. Ia lalu bertanya, 
“Berapa nilai tender yang didapat?!”
“Alhamdulillah, nilainya Rp 9,8 milyar!” jawab si Pengusaha.

Subhanallah, begitu cepat dan besar balasan Allah yang diterima Pengusaha itu.

Alhamdulillah, baru saja saya mendapat kabar bahwa perusahaan saya menang tender dengan nilai proyek yang cukup besar!”


Sumber: Anonymous

Jumat, 20 Juli 2012

6 Pelajaran Hidup dari CEO baru Yahoo! - Marissa Mayer


Yahoo! resmi menunjuk mantan petinggi Google Marissa Mayer sebagai CEO barunya. Perempuan berusia 37 tahun ini memang punya segudang prestasi, di antaranya memprakarsai user interface Google Search yang sederhana dan bersih. Dia bahkan menjadi salah satu orang kepercayaan di Google.
Salah satu perempuan paling berpengaruh di dunia teknologi ini membagikan filosofinya dalam hidup dan kerja yang membuat dirinya sekarang berada di puncak. Inilah enam di antaranya:

1. Atasi Keraguan
"Saya selalu melakukan sesuatu yang sedikit saya ragukan bisa menyelesaikannya. Saya pikir itulah caranya kita bisa berkembang. Ketika muncul momen di mana kita berkata, "Wow, aku tidak begitu yakin bisa mengerjakannya," dan kita tetap menjalaninya dengan maksimal, itulah saatnya kita mendapat sebuah terobosan. Terkadang itu pertanda sesuatu yang sangat baik akan segera terjadi. Kita akan berkembang dan belajar banyak hal tentang diri kita."

2. Jaga hal yang terpenting
"Saya punya teori bahwa kelelahan itu sebenarnya tentang amarah. Dan kita mengalahkannya dengan mengetahui apa yang kita korbankan sehingga membuat kita marah/kesal. Saran saya: Temukan ritme Anda. Ritme Anda adalah apa yang begitu penting bagi Anda dan ketika Anda kehilangan itu, Anda akan mulai tidak menyukai pekerjaan Anda.

Karena itu, temukan ritme Anda, pahami apa yang membuat kita marah, dan jagalah ritme itu. Kita tidak bisa memiliki segala hal yang kita inginkan, tapi kita bisa punya hal-hal yang sangat penting bagi kita. Cara berpikir ini memampukan kita untuk bekerja ekstra keras selama jangka waktu yang sangat panjang."

3. Bekerja dengan Orang Cerdas
"Sangat menyenangkan bisa bekerja dalam sebuah lingkungan yang sebagian besarnya adalah orang cerdas. Menurut saya, mereka ini akan menantang kita untuk berpikir dan bekerja pada level yang berbeda."

4. Miliki perspektif luar
"Saya selalu suka membuat kue. Koki terbaik adalah para ahli kimia. Saya perempuan pebisnis tapi hobi saya sebenarnya yang membuat saya lebih baik di tempat kerja. Hobi inilah yang membantu saya menemukan cara-cara baru dan inovatif dalam melihat sesuatu hal."

5. Bekerja dengan mengutamakan konsumen
"Saya selalu mengutamakan user ketika di benak saya tebersit sebuah ide. Saya suka memikirkan ibu saya dan bertanya-tanya apakah dia bisa mengerti ide itu dengan cepat."

6. Manfaatkan kendala untuk meningkatkan kreativitas
"Orang menganggap kreativitas itu sebagai hal yang tak terkendali, tapi para insiyur justru berkembang karena terbentur kendala-kendala. Mereka suka sekali mencari jalan keluar dari 'kotak kecil itu': Mungkin Anda bilang itu mustahil, tapi kami akan melakukan ini, ini, dan itu hingga akhirnya kami menemukan solusinya."

Penulis : Tim AndrieWongso

Rabu, 18 Juli 2012

Untuk Apa Hidup


Orang yang berbahagia adalah orang yang faham untuk apa hidup di dunia ini:
  1. Tujuan hidup hanya mencari Ridho Allah (QS 98:5)
  2. Peranan hidup sebagai kholifah (QS 2:30)
  3. Tugas hidup mengabdi pada Allah (QS 51:56)
  4. Pedoman hidup adalah Alqur'an (QS 2;2)
  5. Teladan hidup adalah nabi Muhammad saw (QS 33:21)
  6. Sahabat hidup adalah orang-orang beriman (QS49:10)
  7. Alat hidup adalah harta, tahta dan semua potensi (QS 28:77)
  8. Musuh hidup adalah syetan (QS 36:60).

"Sesungguhnya kehidupan di dunia ini adalah kesenangan sementara, dan Sesungguhnya kehidupan akhirat adalah "daarul qoroor" rumah selama-lamanya" (QS 40:39).

SubhanAllah, kini sudah jelas untuk apa hidup sesaat ini, sahabatku, "Semoga Allah menancapkan kekuatan iman di hati kita dan kesenangan taat di tengah glamor godaan dunia ini... Aamiin".

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/pojok-arifin-ilham/12/07/16/m79eg9-untuk-apa-hidup

Bekerja Untuk Belajar

Setiap orang pasti memiliki motivasi tertentu dalam setiap tindakan dan kegiatan yang dilakukannya,entah itu bersifat materi maupun nonmateri. Begitu pula dalam bekerja.Orangtua kita dulu sering kali memberikan nasihat yang secara langsung memberikan motivasi kepada kita. "Nak, kamu belajar yang rajin dan tekun agar kelak bisa cepat dapat kerja dan mendapat uang yang banyak." Demikian salah satu kalimat yang mungkin pernah kita terima.

Sepintas, tidak ada masalah dengan nasihat tersebut karena memang orang yang bekerja pastilah mendapatkan imbalan dalam bentuk uang. Namun, menjadikan uang sebagai satu-satunya alasan atau sebagai motivasi utama dalam bekerja, menurut saya, adalah sebuah masalah besar. Kenapa? Karena orang bisa menghalalkan segala cara dalam bekerja demi mendapatkan sejumlah uang yg diidamkannya.

Dalam konteks yang berbeda, seseorang bisa merasa kecewa dan frustrasi apabila imbalan uang yang diterimanya tidak sesuai dengan harapannya. Akibatnya, ia malah menjadi malas-malasan dalam bekerja dan cenderung tidak berprestasi.

Kalau begitu, apa motivasi lain yang perlu kita kembangkan selain uang? Belajar. Ya betul, belajar adalah salah satu motivasi yang sangat baik bagi siapa pun dalam posisi apa pun dan di mana pun ia berada. Apalagi bagi seorang karyawan yang masih relatif muda secara usia dan pengalaman.

Sekolah atau kuliah memang mengajarkan banyak hal, namun hampir sebagian ilmu yang kita pelajari di meja sekolah/kuliah terkadang "hilang" begitu saja ketika kita masuk dunia kerja. Apalagi bila kita bekerja dalam bidang yang tidak relevan dengan bidang sekolah/kuliah dulu.

Oleh karenanya, saya sering mengatakan bahwa bekerja adalah lahan belajar yang sebenarnya. Bekerja adalah dunia belajar yang sesungguhnya yang sangat penting dalam mengasah ilmu dan skill seseorang.


Seseorang yang punya motivasi belajar dalam bekerja, akan cenderung ingin melakukan hal-hal sebagai berikut:
- mengetahui banyak hal baru, bukan hanya bidang yang digelutinya saat ini.
- mencoba banyak hal lain, dengan tujuan untuk menambah pengalaman.
- secara sukarela membantu rekan kerjanya baik sesama bagian maupun berbeda departemen.
- menantang dirinya sendiri untuk mampu menyelesaikan masalah-masalah yang sebenarnya. 

Seseorang yang memiliki motivasi belajar dalam bekerja tidak akan pernah merasa rugi, apa pun kondisi yang dialaminya, berapapun imbalan yang diterimanya dan bagaimanapun kondisi perusahaannya. Ia akan tetap menatap dengan penuh optimis dan antusias.

Cara belajar terbaik adalah dengan melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan atau dengan kata lain dengan cara bekerja, sebagaimana pesan dari Benjamin Franklin (seorang tokoh ternama dunia; pemimpin revolusi AS), yaitu "Tell me and I forget, teach me and I may remember, involve me and I learn."

Salam penuh semangat belajar!
Nasrul Chair
www.nasrulchair.com

Selasa, 17 Juli 2012

Berkorban

Alkisah, ada seorang anak yang bertanya pada ibunya,

“Ibu, temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku. Apa ibu juga akan berbuat yang sama?”

Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang,

“Tidak. Tapi, Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita.”

Mendengar jawaban itu, si anak tersenyum dan kembali meneruskan kegiatan bermainnya. Tak berapa lama kemudian, si anak kembali berpaling pada ibunya. Ternyata mendadak ia teringat sesuatu. 

“Terus Bu, aku waktu itu pernah dengar cerita ada ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Kalau ibu bagaimana?” Anak itu mengajukan pertanyaan yang hampir sama.

Kali ini sang Ibu menjawab dengan suara lebih tegas,

“Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar.”

Si anak kembali tersenyum, dan lalu memeluk ibunya dengan penuh sayang.

“Makasih, Ibu. Aku bisa selalu bersandar pada Ibu.”

Sembari mengusap-usap rambut anaknya, sang Ibu membalas,

“Tidak, Nak! Tapi Ibu akan mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika Ibu sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya ibu bisa mendampingimu.”

Ada berapa banyak orangtua di antara kita yang sering kali merasa rela berkorban diri demi sang buah hati? Tidak sadarkah kita bahwa sikap seperti itu bisa menumpulkan mental pemberani si anak?

Jadi, adalah bijak bila semua orangtua tidak hanya menjadikan dirinya tempat bersandar bagi buah hati mereka, melainkan juga membuat sandaran itu tidak lagi diperlukan di kemudian hari. Adalah bijak jika para orangtua membentuk anak-anaknya sebagai pribadi mandiri kelak di saat orangtua itu sendiri tidak bisa lagi mendampingi anak-anaknya di dunia.

Sumber: Anonymous

Minggu, 15 Juli 2012

Bahagia Menjadi Seorang Guru

"Happiness comes of the capacity to feel deeply, to enjoy simply, to think freely, to risk life, to be needed. - Kebahagiaan berasal dari kapasitas untuk merasakan, menikmati, berpikir bebas, menghadapi risiko hidup, dan menjadi dibutuhkan." 
Storm Jameson.

Kebahagiaan adalah ide yang sangat abstrak dan bersifat sangat subyektif. Kebahagiaan dapat terkait dengan tercapainya suatu keinginan atau kebutuhan kita. Tetapi kebahagiaan seorang guru menurut saya sangat terkait dengan tanggung jawabnya mendidik dan mengajarkan nilai-nilai penting dan inspiratif terhadap para siswanya. Ketika seorang guru dapat melakukan beberapa hal berikut ini kemungkinan besar ia dapat memiliki semua sumber kebahagiaan bahkan lebih dari semua yang dipaparkan oleh Storm Jameson tersebut.

Seorang guru bahagia karena ia mencintai profesi sebagai pendidik. Ia mendapatkan kepuasan tersendiri ketika dapat mendidik para murid, walaupun mungkin kehidupan pribadi mereka sederhana dan jauh dari kemewahan. Seorang guru akan jauh lebih bahagia, jika apa yang telah mereka lakukan tak hanya membuat para murid pintar melainkan menginspirasi bahkan menggerakkan para murid untuk mengubah diri mereka menjadi lebih baik.

Mencintai proses pembelajaran dengan memperluas wawasan ilmu pengetahuan melalui berbagai macam buku, seminar, kaset, radio dan lain sebagainya adalah sumber kebahagiaan seorang guru. Karena tanggung jawab seorang guru bukanlah sekadar menjelaskan subyek atau materi pelajaran, melainkan memberikan contoh sikap bahwa kemauan untuk terus belajar dapat meningkatkan kreatifitas dan memaksimalkan potensi diri. Seorang guru akan semakin bahagia jika mampu menginspirasi para siswa belajar lebih giat.

Rasa syukur yang besar terhadap Tuhan YME mendatangkan keindahan dan kebahagiaan. Rasa syukur membuat guru lebih bahagia, karena rasa syukur itu membuatnya dapat menjelaskan ilmu pengetahuan kepada para muridnya dengan bahasa yang positif pula. Ia akan lebih bahagia jika sikap yang positif serta ilmu pengetahuan yang ia sampaikan menginspirasi para muridnya untuk lebih kreatif dan positif dalam menggunakan ilmu pengetahuan tersebut.

Seorang guru akan bahagia jika tidak membebani hidupnya dengan orientasi mendapatkan imbalan. Ia bahagia karena tidak pernah mengharap balas jasa dari murid atas semua yang diberikannya. Ia sudah cukup senang dapat mengabdikan diri untuk membentuk para tunas bangsa menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.


Guru akan bahagia jika berhasil membangkitkan semangat para murid yang nyaris terpuruk karena kehilangan jati diri. Untuk semua itu ia akan rela melakukan apapun, walaupun harus menghadapi banyak kesulitan. Mendampingi dan membentuk anak-anak didik menjadi tegar dan optimis, baginya jauh lebih menyenangkan dibandingkan apa pun juga.

Seorang guru bahagia, jika ia menjadi diri sendiri dan tidak membandingkan dengan orang lain. Ia bebas berekspresi sebagai diri sendiri dalam menyampaikan ilmu pengetahuan agar terserap dan bermanfaat bagi anak didiknya. Ia akan berbahagia jika etika yang ia tunjukkan itu dapat menumbuhkan keberanian para murid untuk menjalani kehidupan dengan jujur dan menghargai diri sendiri.

Guru bahagia karena ia mencintai murid-muridnya, bagaimanapun keadaan mereka. Ia menikmati saat bersama-sama berjuang melawan keterbatasan diri dengan ilmu pengetahuan dan budi pekerti. Sebagaimana M. Scott Peck mengatakan,"When we love something it is of value to us, and when something is of value to us we spend time with it, time enjoying it and time taking care of it. - Ketika kita mencintai sesuatu maka itu akan berarti bagi kita. Ketika sesuatu berarti bagi kita, maka kita akan senang menghabiskan waktu untuknya, menikmatinya, dan memeliharanya".

Guru yang bahagia adalah guru yang terus memperkaya ilmu pengetahuannya. Dengan demikian ia dapat mengkreasikan metode mengajar, sehingga para murid dapat dengan mudah menyerap ilmu pengetahuan yang ia sampaikan. Semakin luas ilmu yang ia miliki, semakin mudah baginya mengubah kesulitan hidup menjadi anugrah yang membahagiakan.

Seorang guru bahagia, karena kehidupannya berjalan seimbang. Keseimbangan tersebut dikarenakan ia mampu memanajemen waktu. Ia dapat menggunakan waktu secara efektif dan proporsional untuk diri sendiri, keluarga, profesi, kegiatan sosial, belajar dan beribadah.

Sumber kebahagiaan seorang guru berasal dari dalam dirinya sendiri. Ia bahagia ketika mampu menginspirasikan harapan, kebahagiaan, kekuatan sekaligus nilai-nilai moralitas kepada generasi masa depan. Ia akan lebih bahagia jika para anak didik itu mampu melakukan hal serupa dengan dirinya.

Note : Artikel ini adalah inti pembicaraan di Seminar Pendidikan "Menjadi Guru Yang Menyenangkan, Inovatif dan Kreatif." (Anjuran Yayasan Pendidikan Sinar Dharma)

_______________

Penulis : Andrew Ho
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller. Kunjungi websitenya di :www.andrewho-uol.com

Selasa, 10 Juli 2012

Kita Miskin Bukan Karena Tuhan



Apakah Anda merasakan bahwa Anda sudah bekerja keras tetapi hasilnya biasa-biasa saja? Atau bahkan anda merasa sudah bekerja selama lebih dari 5 tahun tetapi merasakan seperti bekerja 1 tahun diulang 5 kali? Yang artinya anda bekerja hal yang sama berulang kali selama 5 tahun bekerja dan tidak ada perubahan yang anda kerjakan? Saya juga dahulu juga merasakan hal yang sama berulang kali. Bahkan dalam training motivasi dan supercamp The Secret of wealthy Mindset saya, saya menemukan banyak yang mengalami seperti ini. Kok kenapa bisa begitu? Padahalkan sudah buat yang terbaik. Bahkan saya ada salah satu klien yang saya coach secara personal pernah menanyakan,"kok hidup saya tetap seperti ini, padahal saya sudah hidup yang baik sesuai ajaran agama tapi kok ya hidup saya tetap seperti ini. Apa yang salah pada hidup saya?" Sebenarnya pertanyaan ini juga pernah muncul dalam hidup saya dan keluarga saya. Sampai saya menemukan jawabannya. Dan hidup saya berubah drastis begitu juga kehidupan klien bahkan peserta workshop saya. Saya tidak akan memberikan jawaban lengkap disini, anda bisa membaca terus tulisan saya dan temukan jawabannya.


Pertanyaan diatas sebenarnya coba kita merefleksikan kembali, apakah anda sudah pernah meminta kepada Tuhan? Meminta yang benar. Bahkan sudahkah anda believe (meyakini) dan Faith (mengimani) yang anda minta? Ini adalah bagian yang cukup berat adalah mengimani. Ketika anda sudah mengimani yang anda minta kepada Tuhan, harusnya sudah tidak ada lagi ketakutan dan mempertanyakan hasilnya. Serahkan semuanya kepada Tuhan. W Clement Stone dan Napoleon Hill pernah mengatakan dalam bukunya Success through A Positive Mental Attitude bahwa ada efek kalimat pasif dan aktif. Seperti contoh kalimat "pasrah" menurut mereka adalah pasif sedangkan "Mengimani" adalah Aktif. Dan mereka menganjurkan untuk cenderung menggunakan kalimat aktif untuk pengaruh dalam pikiran kita.

Ada seorang yang lahir dari lingkungan miskin dan mereka terus hidup dalam kemiskinan bahkan sepertinya mereka sudah pasrah dengan kondisi kehidupan mereka di Louisiana, USA. Mereka meyakini bahwa hidup menjadi lebih kaya dan sukses adalah mustahil menurut mereka. Ada seorang anak kecil bernama SB Fuller, Ibunya adalah seorang yang luar biasa. Dia pernah mengatakan kepada SB Fuller begini, "We are poor, Not because of God" yang artinya adalah "ya Memang kita miskin, tetapi bukan karena Tuhan yang membuat kita miskin." Ibunya meyakini bahwa Tuhan itu baik dan selalu baik. God is always Good God. Bahkan ibunya sangat keras kepada anaknya dan mengatakan "seharusnya kita tidak semiskin ini, dan jangan pernah sekalipun saya mendengar dari kamu bahwa itu kehendak Tuhan bahwa kita miskin. Ya, kita miskin bukan karena Tuhan. Kita miskin karena ayahmu tidak pernah mengembangkan dirinya untuk menjadi kaya. Tidak ada satupun orang dari keluarga kita bahkan yang ingin mengembangkan diri menjadi apapun. Bahkan tak seorangpun berhasrat menjadi lebih makmur dan sukses dalam dirinya. Maka karena motivasi ibunya, akhirnya anak ini mempunyai keyakinan yang mendalam dipikiran SB Fuller. Lalu beliau berkarir menjadi penjual sabun selama 12 tahun dan akhirnya mempunyai 7 perusahaan dan 4 diantaranya perusahaan kosmetik dan 1 perusahaan koran. Ini terjadi karena dia selalu menanamkan apa yang dikatakan ibunya "kita miskin bukan karena Tuhan. Kita miskin karena ayahmu tidak pernah mengembangkan dirinya untuk menjadi kaya. Tidak ada satupun orang dari keluarga kita bahkan yang ingin mengembangkan diri menjadi apapun. Bahkan tak seorangpun berhasrat menjadi lebih makmur dan sukses dalam dirinya." Semua kembali kepada mindset anda, apa yang anda mau tentukan buat hidup anda. Anda yang memilih ingin dan mau menjadi apa. Buatlah selalu berhasrat untuk sukses dan mengimani bahwa Tuhan akan membantu.

Ada seorang pendeta yang sedang menyiapkan khotbahnya untuk perayaan kebaktian hari minggu. Lalu datanglah anaknya yang ingin mengajak ayahnya untuk bermain. Kemudian ayahnya mengatakan, wah ayah tidak bisa. Karena ayah ingin menyiapkan khotbah ini. Tetapi sang anak merengek-rengek terus ingin mengajak ayahnya bermain. Akhirnya sang Ayah memutuskan untuk mengambil koran dan mengambil satu gambar bola dunia. Dan ayahnya robek kertas tersebut menjadi kecil-kecil dan sambil mengatakan kepada anaknya, "hi Nak, coba kamu tempel gambar ini ya. Setelah selesai menempel baru ayah ajak main." Sang Pendeta ini meyakini bahwa paling tidak anaknya membutuhkan 1 jam untuk menyelesaikannya dan menurutnya, 1 jam adalah waktu yang cukup untuk menyelesaikan khotbahnya. Lalu 15 menit kemudian, anaknya kembali kepada ayahnya dengan begitu gembiranya. Dan mengatakan,"ayah-ayah, ini sudah selesai saya tempel." Ayahnya kaget, loh kok cepat sekali. Apa yang kamu lakukan? lah khotbah ayah saja belum selesai. Anak itu lalu mengatakan,"mudah ayah, saya balik kertas tersebut lalu ada gambar orang disana lalu saya tempel sambil melihat bolak balik. Lalu dia mengatakan "jika orangnya benar, maka dunianya akan benar juga, yah (If the man is right, the world is right). Ayahnya kaget dan tersenyum, iya betul jika orang tersebut berpikir benar maka dunia akan benar dengan sendirinya. Wah, bisa ayah gunakan khotbah ini untuk besok minggu.

Betul, kadang kita berpikir bahwa dunia ini kejam, orang lain jahat, semua tidak beres. Itu tergantung anda orangnya. Bila anda berpikir dengan benar atau dari perspektif yang benar maka hasilnya akan benar juga. Atau istilah Carl Jung, "Your perception is your projection" apa yang anda persepsikan maka itu yang anda projeksikan. Bahkan Zig Ziglar pernah mengatakan,"kegagalan seorang sales dalam menjual bukan saat ketemu dengan customernya. Kegagalan seorang sales terjadi saat perjalanan dari kantor menuju ke tempat customer." Ini juga pernah terjadi dalam awal-awal karir saya, ketika saya berpikiran bahwa orang yang saya telpon akan marah-marah atau menolak saya, maka itu yang akan terjadi. Jika saya berpikir sebaliknya, kecenderungan lebih positif lebih besar efeknya. Semua kembali ke pikiran anda yang menjadikan sebuah persepsi yang akan berakibat pada kehidupan nyata.

Bagaimana dengan kalian?

Salam Mind-logy

Antonius Arif
The Maximum Peak Performance by Mind-logy
www.antoniusarif.com

Selasa, 03 Juli 2012

Pemimpin Berkarakter


Sukses seorang pemimpin ditentukan oleh pilihan-pilihan dan tindakan-tindakan yang ia ambil dalam menyikapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi organisasi. Pilihan dan tindakan itu diambil berdasarkan nilai-nilai moral dan etis yang ia yakini. Sukses seorang pemimpin sangat diwarnai oleh karakter dari si pemimpin. Bahkan saya berani mengatakan esensi dasar sukses kepemimpinan adalah karakter-karakter utama yang dimiliki si pemimpin. Character is the foundation for leader's all true success.

Apa itu karakter kepemimpinan? Saya mendefinisikannya sebagai "kualitas personal dari seorang pemimpin yang terbentuk melalui akumulasi tindakan-tindakan yang mengacu kepada nilai-nilai moralitas dan etik" yang diyakini oleh seorang pemimpin. Karakter tak cukup dibentuk melalui ucapan-ucapan. Karakter terbentuk melalui ucapan, pikiran, dan tindakan riil yang akhirnya menentukan siapa si pemimpin itu sesungguhnya ("who he is").

Pemimpin hebat selalu memiliki kualitas karater yang baik dan kuat. Apa itu pemimpin yang memiliki kualitas karakter baik dan kuat? Yaitu pemimpin yang berpikir, bersikap, dan bertindak mengikuti nilai-nilai inti universal yang baik seperti seperti kejujuran, keterpercayaan, tanggung-jawab, kepedulian kepada negara, dan lain-lain.

Mother Teresa misalnya memiliki karakter yang kuat sebagai pemimpin yang peduli, empati, dan kasih pada orang lain . Martin Luther King dikenal memiliki karakter kuat sebagai pemimpin yang memiliki keteguhan dalam memegang prinsip. Tokoh kulit hitam ini juga memiliki keberanian luar biasa dalam menghadapi tantangan berat yang harus dihadapi. Jack Welch adalah pemimpin berkarakter karena memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan-keputusan berat dan pelik. Sementara Steve Jobs memiliki kepemimpinan yang unik karena ide-idenya yang inovatif dan kemampuannya melihat tren masa depan.

Sebaliknya Richard Nixon gagal menjadi pemimpin yang baik karena tidak memiliki kejujuran pada rakyatnya yang berakibat dia dilengserkan dari kursi kepresidenan. Para pemimpin lembaga-lembaga keuangan bergengsi seperti AIG, Lehman Brothers, juga Enron, Worldcom gagal mengemban tanggung-jawab kepemimpinan karena tamak dan hanya mementingkan diri sendiri tanpa peduli kepentingan lingkungan di sekitarnya.

Seorang pakar yang menyebutkan "character is values in action". Artinya, karakter adalah nilai-nilai yang mewujud dalam bentuk tindakan-tindakan riil sehari-hari. Intinya, ungkapan ini ingin menegaskan bahwa karakter terbentuk hanya jika nilai-nilai yang diyakini si pemimpin "bermuara" pada tindakan-tindakan, tak cukup hanya sampai di pola pikir atau ucapan-ucapan. Dalam kurun waktu yang panjang tindakan-tindakan itu membentuk kebiasaan yang kemudian menjadi ciri khas dan keunikan seorang pemimpin.

Pemimpin berkarakter selalu punya identitas kuat dan mulia. Bahkan kata "character" berasal dari bahasa Yunani yang makna lugas "enduring, lasting, atau indelible mark."Kata kuncinya adalah "mark" atau ciri. Karena itu karakter bisa juga diartikan sebagai ciri-ciri khusus yang membedakan seseorang dengan orang lain. Nilai-nilai, pikiran, ucapan, dan tindakan seorang pemimpin akhirnya akan membentuk ciri dan identitasnya di mata para followers.

Dimensi penting lain dari karakter kepemimpinan adalah konsistensi. Lawrence Pervin, seorang psikolog mendefinisikan karakter sebagai: "a disposition to express behavior in consistent patterns of functions across a range of situations." Karakter dicerminkan oleh perilaku dan tindakan konsisten yang dilakukan seseorang tak peduli situasi seperti apa yang ia hadapi. Dalam situasi apapun, baik maupun buruk, pemimpin berkarakter akan selalu mempraktekkan nilai-nilai yang ia yakini.

Pemimpin berkarakter tak mengenal yang namanya aji mumpung. Ketika ia menempati posisi jabatan yang basah bukan berarti kemudian ia bisa melakukan korupsi seenaknya. Ketika nilai-nilai kejujuran dan etika ia pegang, maka tak peduli bagaimana posisinya, basah maupun kering, ia tak akan melakukan korupsi. William Penn, filsuf dan pendiri Negara Bagian Pennsylvania, menggambarkan dengan sangat pas konsistensi ini dengan ungkapan: "What is wrong is wrong, even if everyone is doing it. Right is still right, even if no one else is doing it."

Namanya konsistensi, maka kita tak akan bisa mengidentifikasi karakter seorang pemimpin dengan hanya sekali saja mendengar ucapannya, sekali saja memahami pikiran, atau sekali saja melihat tindakannya. Karakter pemimpin baru bisa dikenali setelah kita merasakan kepemimpinannya ratusan bahkan ribuan kali dalam kurun waktu yang panjang. Mungkin seseorang pemimpin bisa menyembunyikan karakternya dalam waktu seminggu atau sebulan di awal kepemimpinannya, namun pada akhirnya karakter itu akan gamblang di mata anak buahnya setelah ia memimpin setahun, tiga tahun, atau lima tahun.

Karakter pemimpin tercermin dari akumulasi ucapan, pikiran, dan tindakan yang akan konsisten polanya dalam kurun waktu panjang. Di awal kepemimpinan Anda bisa mengatakan bahwa Anda adalah pemimpin yang egaliter, demokratis, dan selalu mendengar aspirasi dari anak buah. Namun dari interaksi dengan anak buah (di rapat-rapat, dalam pidato-pidato, dari praktek kepemimpinan yang dijalankan) ujung-ujungnya akan ketahuan "potret" Anda yang sesungguhnya, apakah betul demokratis atau justru sebaliknya.

Potret itu adalah karakter Anda sebagai pemimpin. Potret itu jujur, tidak bisa bohong, tidak bisa mengelabuhi, tak bisa dipalsukan.
___________________________
Yuswohady
Pengamat Bisnis dan Pemasaran
Blog: www.yuswohady.com
Twitter: @yuswohady


Sabtu, 16 Juni 2012

Catatan Dahlan Iskan


CATATAN DAHLAN ISKAN

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.

Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan
Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit
Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam.., maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.

Tetap semangat….
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.

______

(Disadur dari Buku "Sepatu Dahlan Iskan")

Rabu, 13 Juni 2012

Isi Surat Abraham Lincoln


Berikut adalah sebuah surat yang ditulis sendiri oleh Abraham Lincoln (1809-1865; negarawan AS) kepada Kepala Sekolah putranya. Meski ditulis puluhan tahun silam, isinya tetap relevan hingga sekarang bagi semua kalangan, entah itu eksekutif, pekerja, guru, orangtua, dan murid.


Pesan untuk Para Guru
"Saya tahu dia (baca: putra Lincoln) harus belajar bahwa tidak ada manusia yang bersikap adil dan berlaku jujur. Tapi, tolong ajari dia indahnya buku-buku... dan berikan dia juga waktu untuk merenungkan misteri abadi tentang burung-burung di langit, lebah-lebah di bawah matahari, dan bunga-bunga di lereng bukit yang menghijau.

Di sekolah, ajari dia bahwa kegagalan itu jauh lebih terhormat daripada berbuat curang.... Ajari dia untuk meyakini gagasan-gagasannya sendiri, meski semua orang berkata dia salah.

Ajari dia untuk bersikap lembut kepada orang-orang yang juga bersikap lembut, dan bersikap keras kepada orang-orang yang juga bersikap keras. Berikan putra saya kekuatan untuk tidak begitu saja mengikuti orang banyak ketika mereka sedang bersukaria akan sesuatu....

Ajari dia untuk mendengarkan semua orang yang berbicara padanya; tapi ajari dia juga untuk menyaring kebenaran dari semua hal yang didengarnya, dan hanya mengambil hal-hal yang positif saja.

Ajari dia cara untuk tertawa di saat dia sedih.... Ajari dia agar tidak malu untuk menangis.

Ajari dia untuk mencemooh orang-orang yang bersikap sinis dan bersikap waspada terhadap orang-orang yang selalu bermuka dan bermulut manis.

Ajari dia untuk mengerahkan seluruh kekuatan dan pikirannya untuk melakukan hal-hal terbaik, tapi jangan pernah menjual hati dan jiwanya. Ajari dia untuk tidak mendengarkan kelompok orang yang berteriak-teriak... dan tetap berjuang mempertahankan pendiriannya jika memang dirinya benar.

Perlakukan dia dengan lembut, tapi jangan manjakan dia, karena hanya melalui tempaan apilah bisa tercipta baja yang terbaik. Biarkan dia memiliki keberanian untuk bersikap tidak sabar. Biarkan dia memiliki kesabaran untuk bersikap berani. Ajari dia untuk selalu mempunyai kepercayaan yang sungguh-sungguh pada dirinya, karena dengan begitu ia akan memiliki kepercayaan pada sesamanya.

Pesan ini sangat penting, namun lakukan saja sebisa Anda. Putra saya adalah anak laki-laki yang baik!
-Abraham Lincoln"

Sabtu, 09 Juni 2012

Hidup Itu Sederhana, Ambil Keputusan, Lakukan dan Jangan Menyesali


Ada seseorang saat melamar kerja, ia memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah dan hal itu terlihat oleh peng-interview dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
”TERNYATA UNTUK MEMPEROLEH PENGHARGAAN SANGAT MUDAH..
CUKUP MEMELIHARA KEBIASAAN YANG BAIK"


Ada seorang anak menjadi murid kerja di toko sepeda, suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya, keesokan hari setelah sang pemilik sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil dan menyuruh bekerja tetap di tempatnya.
"TERNYATA UNTUK MENJADI ORANG YANG BERHASIL SANGAT MUDAH, CUKUP PUNYA INISIATIF SEDIKIT SAJA"

Seorang anak berkata kepada ibunya, “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab “Mengapa?”
Anak menjawab “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”

"TERNYATA UNTUK MEMILIKI KECANTIKAN SANGATLAH MUDAH, HANYA PERLU TIDAK MARAH MARAH"

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah,
Temannya berkata..
"Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur"
Petani menjawab “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku"

"TERNYATA MEMBINA SEORANG ANAK SANGAT MUDAH, CUKUP MEMBIARKAN DIA RAJIN BEKERJA"

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya,
“Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?”
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.”
Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan
Ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.”
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat..
“Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”

"TERNYATA JALAN MENUJU KEBERHASILAN SANGAT MUDAH, CUKUP DENGAN MENGERJAKAN SEGALA SESUATUNYA SETAHAP DEMI SETAHAP SECARA TEKUN SERTA BERURUTAN"

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan “Tempatmu terlalu berbahaya..tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab,
“Aku sudah terbiasa..malas untuk pindah",
Beberapa hari kemudian katak sawah menjenguk katak pinggir jalan dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat...

”TERNYATA SANGAT MUDAH MENGENGAM NASIB KITA SENDIRI, CUKUP MENGHINDARI KEMALASAN SAJA..''

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat sangat menderita.
Hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya,
“Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa
“Karena barang bawaan saya sedikit.”

"TERNYATA SANGAT MUDAH UNTUK MEMPEROLEH KEGEMBIRAAN, CUKUP TIDAK SERAKAH DAN MEMILIKI SECUKUPNYA SAJA"

Oleh : Hasan Junaidi Az

Rabu, 23 Mei 2012

Raih Bahagia Melalui Sikap Kita


Tahukah Anda kalau sikap kita bisa membuat diri kita lebih bahagia? Bahkan, sekadar duduk benar dengan posisi tegak bisa memunculkan perasaan gembira dari dalam diri. Itulah yang dikatakan Michael Mercer, seorang psikolog dari Barrington, Ill. Mercer adalah penulis Spontaneous Optimism: Proven Strategies for Health, Prosperity & Happiness. Menurutnya, menjaga sikap yang baik merupakan salah satu dari lima teknik untuk memunculkan perasaan bahagia dalam diri. Berikut hal-hal yang bisa kita lakukan:

1. Berdiri dengan sikap badan tegak dan melangkah penuh percaya diri. Berjalan dengan mencodongkan bahu agak ke belakang, kepala tegak dan mengarah lurus ke depan, dan melangkah dengan langkah mantap akan memancarkan rasa percaya diri dan positif.

2. Berbicara dengan suara riang. Cara terpasti untuk membangkitkan semangat adalah dengan menggunakan suara riang. Dengan kata lain, jika kita kedengaran bahagia, kita akan bahagia.

3. Memakai kata-kata positif. Kata-kata negatif dan mengganggu menjadi trademark orang-orang pesimis. Misalnya, seorang pesimis akan berkata, "Saya punya masalah," tapi orang optimis akan mengubahnya menjadi, "Saya berpeluang melakukan yang lebih baik di lain kesempatan."

4. Memiliki sikap positif. Metode utama untuk menjadi seorang optimistis adalah dengan berkonsentrasi pada solusi, bukannya masalah. Cara itu mencegah kita untuk berkeluh kesah dan menyalahkan, serta fokus ke cara memperbaiki keadaan. Ketika kita sedang mencemaskan sesuatu, berfokuslah pada ungkapan ini: Untuk setiap masalah, pasti ada solusinya.

5. Menjadi teladan. Ada pepatah lama berbunyi, "Apa yang ditabur, itulah yang dituai". Jadi, ingatlah selalu ketika kita menolong orang lain, kita juga menolong diri sendiri.


Penulis : Tim AndrieWongso

Selasa, 22 Mei 2012

Hati Berotot Rambo


HATI BEROTOT RAMBO 

Saya kagum bagaimana seorang Arnold Schwazerneger, atau Sylverster "Rambo" Stalone membangun musclenya ( otot) sehingga tampak begitu kokoh dan kuat. 
Mereka berlatih secara disiplin dengan bimbingan seorang ahli Body Building kelas dunia yg berpengalaman. 

Akan tetapi di saat yang bersamaan, saya juga menyaksikan fenomena Christoper Reeve yang gagah tinggi besar dan atletis pemeran Superman yang bisa terbang itu, meninggal dunia pada tahun 1995 setelah menderita lumpuh akibat terjatuh dari pelana kuda yang tingginya hanya 1,5 M saja.
Juga kita melihat bagaimana tragisnya akhir hidup Whitney Houston yang memilki kekuatan pita suara empat oktaf itu.

Kebanyakan kita hanya fokus mencari cara bagaimana membangun penampilan luar, seperti membangun otot byceps dgn barbel, membangun otot perut "six pack" dengan sit up setiap hari, berlatih disiplin ke fitness center.
Atau melatih otot pita suara dengan berlatih karaoke. 

Akan tetapi kita sering lupa membangun Otot Bagian Dalam Diri kita sendiri, akibatnya kita hanya kuat dan keren diluar saja, tapi rapuh di dalam, 
mudah patah, mudah pecah, seperti lampu semprong makanan kuda lumping.

Mengapa ? 

Karena kita tidak tahu bahwa kita juga punya otot byceps di dalam jiwa kita yg bisa dibentuk dan bisa dilatih seperti halnya Anda melatih otot.
Sesungguhnya di dalam jiwa kita ada enam jenis otot spiritual atau 
" spiritual muscle " yg bisa dilatih sebagai berikut : 

1. Otot Bintang, yang membuat Hati Anda kuat menghadapi guncangan dunia sehebat apapun. Itulah Otot Tauhid.
2. Otot Integritas, yang membuat Hati Anda kuat tidak perlu penghargaan 
manusia , cukup beriman kepada malaikat yg mencatat. 
3. Otot Leadership, yang membuat Anda kuat dan mampu memimpin diri dalam berbagai situasi seperti para Nabi dan Rasul sebagai role model.
4. Otot Belajar, yang membuat Anda punya kekuatan untuk terus belajar memperbaiki diri dgn tuntunan Kitab Nya. Al Qur'an. 
5. Otot Visioner, yang membuat Anda mampu terus melihat masa depan secara optimis, apapun yang terjadi. Selalu ingat surga Nya yang indah tempat nanti meraih piala kemenangan.
6. Otot Takdir, membuat Hati Anda kuat seperti petinju Muhammada Ali yang tahan pukul. Membuat Anda tabah menerima semua kejadian yg menimpa, sehingga tetap ikhlas dan positve thinking bahagia, demi cinta kepada Allah Yang Maha Penyayang. Selalu MPA ( Mencari Perhatian Allah ) sebagai juri.

Sahabatku yang disayang Allah,
Inilah Enam Disiplin Mental yang saya ambil dari Inti Enam Arkanul Iman yang sering dilupakan, yang akan membuat jiwa dan hati Anda kuat, tangguh dan kokoh, jauh lebih hebat dari Otot Rambo, yang akan membuat Anda akan mampu menembus hutan belantara kehidupan yang penuh bahaya dan
insya Allah berjaya !

" Dan ikutilah yang paling baik dari apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu... " ( QS 39 Az Zumar ayat 55 ) 

Jakarta 22 Mei 2012

Salam 165 selalu.

Ary Ginanjar Agustian.

Minggu, 20 Mei 2012

7 Alasan Mengapa Anda Layak Sukses


Sukses adalah hak semua orang. Semua orang punya kesempatan dan peluang yang sama untuk meraih kesuksesan. Tapi ada kalanya kita tidak yakin dengan kemampuan diri kita untuk meraihnya. Bahkan tidak sedikit orang yang merendahkan dirinya, merasa dirinya tidak pantas dan tidak layak, merasa tidak percaya diri dan lain sebagainya. Padahal sukses bisa menjadi milik siapa pun asalkan mereka mau berusaha dan berani bermimpi untuk itu.

Ada 7 alasan mengapa Anda layak untuk sukses:

1. Keajaiban terus terjadi
Pernahkah Anda melihat rekor dunia? Mengapa itu bisa terjadi? Tidak lain adalah karena peristiwa tersebut sangat fantastis dan bisa dibilang sangat tidak masuk akal. Tapi kenyataannya itu benar-benar terjadi di dunia ini. Dan hebatnya rekor-rekor lama terus bertumbangan oleh rekor-rekor baru. Hal ini membuktikan betapa dahsyatnya potensi manusia dalam menciptakan keajaiban. Kita sendiri tidak tahu sampai mana batas kemampuan diri kita yang sebenarnya karena keajaiban terus saja terjadi.

2. Sukses bukan barang mewah
Apakah sukses hanya akan menjadi milik orang kaya, yang punya segunung uang, yang punya modal besar dan harta melimpah? Pikirkan sekali lagi. Sudah banyak contoh dan bukti di mana orang-orang yang dulunya biasa-biasa, bahkan hidup susah tapi akhirnya bisa menjadi sukses. Di Amerika sendiri, survei menunjukkan lebih dari 80% orang-orang kaya adalah self-made millionaire alias kaya dari nol atau usaha sendiri, bukan dari warisan orang tua.

3. Tuhan tidak pernah menstempel Anda sukses atau gagal
Begitu kita dilahirkan, Tuhan tidak pernah memberi stempel di kepala Anda apakah Anda akan menjadi orang sukses atau pecundang. Tapi kita diberi kemampuan untuk memilih. Dan pilihan yang kita ambil itulah yang akan menentukan siapa diri kita di masa mendatang. Sukses atau gagal bukan ditentukan orang lain atau apa pun, melainkan diri Anda sendiri. Anda sukses karena itu pilihan Anda. Anda gagal juga karena pilihan yang Anda ambil. Jadi, apa pilihan Anda?

4. Sudah banyak yang membuktikannya
Siapa pun berhak untuk hidup sukses. Hal ini sudah dibuktikan semua orang dari berbagai kalangan, profesi dan latar belakang, miskin kaya, tua muda, wanita pria dan semua orang lainnya sudah pernah meraih sukses. Baca saja kisah orang-orang yang telah sukses. Anda akan tahu bahwa mereka datang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Jadi, bisa dikatakan bahwa sukses bukanlah untuk orang-orang tertentu saja. Semua orang diberi kesempatan yang sama untuk sukses.

5. Manusia diberi potensi yang tak terbatas
Pada zaman dulu, hidup manusia serba terbatas. Tapi, perlahan hidup manusia mengalami kemajuan. Bahkan dulunya kita tak pernah menyangka kita bisa hidup di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini. Mengapa bisa begitu? Tidak lain adalah karena hasil pikiran manusia. Potensi manusia sangatlah besar hampir tak terbatas sehingga manusia bisa menciptakan perubahan yang jauh lebih baik dari waktu ke waktu.

Siapa yang dulu pernah menyangka ada benda yang bisa terbang? Siapa yang pernah menyangka pergi ke luar angkasa itu mungkin? Siapa yang pernah menyangka berbicara dengan orang lain dari jarak yang cukup jauh adalah mungkin? Dulunya tidak mungkin. Tapi sekarang, itu semua sudah biasa. Dengan potensi manusia yang tak terbatas, kita tak tahu apa lagi yang akan terjadi di masa mendatang.

6. Banyak sumber pembelajaran
Di zaman dulu, kalau ingin sukses, kita harus mencoba sendiri melalui proses trial dan error. Dulu, tidak ada seminar dan pelatihan motivasi, buku-buku pengembangan diri, audio motivasi, mentoring dan sumber-sumber lainnya. Dulu, itu semua susah didapat. Tapi sekarang kita bisa mendapatkan dan mengaksesnya semudah makan dan minum. Seminar, pelatihan, buku dan alat pengembangan diri lainnya bisa mempercepat kesuksesan kita karena hasil pengalaman mereka semuanya selama bertahun-tahun dituangkan dalam bentuk buku, seminar dan pelatihan. Jadi, kita tidak perlu meraba-raba dan terperangkap proses yang memakan waktu. Semua ilmu mereka bisa kita serap dan lahap, dan bisa kita manfaatkan untuk meraih kesuksesan kita. Luar biasa, kan?

7. Anda sangat berharga
Diri kita sungguh berharga. Sudah selayaknya Anda meraih sesuatu yang berharga dalam hidup ini. Sudah sepantasnya Anda meraih apa yang pantas Anda dapatkan. Anda adalah unik, tidak ada orang yang sama persis seperti Anda di masa lalu dan tidak akan ada orang yang sama persis seperti Anda di masa depan. Itu sudah pasti.

Tahukah Anda mengapa barang antik dan limited edition itu sangat mahal? Karena jumlahnya terbatas. Anda malah paling berharga karena Anda hanya satu-satunya di dunia ini. jadi, jangan merendahkan diri dan jangan buat diri Anda minder. Anda layak sukses. Jangan katakan Anda tidak layak. Karena kita diciptakan sama. Anda sendirilah yang selalu menilai apa yang pantas dan tidak pantas Anda dapatkan.
Dengan adanya 7 alasan di atas, alasan apalagi yang akan menghalangi Anda meraih sukses? Seharusnya tidak ada! Mari perjuangkan mimpi Anda dan terbanglah setinggi angkasa dan selamlah sedalam samudera untuk meraih apa pun yang selama ini tidak berani Anda impikan.
=========================================
Penulis : Suhardi
Twitter: @suhardimotivasi
Facebook: Suhardi Motivasi

Jumat, 18 Mei 2012

Rekening Bank Kehidupan


Apakah Anda mencintai kehidupan? Jangan hamburkan waktu, karena dari bahan itulah kehidupan dibuat."

Ucapan Benjamin Franklin (1706 - 1790) di atas, sungguh menarik dan menggelitik. Tak percaya? Mari kita hayati untukmencari pesan apa yang tersembunyi di balik itu. Andaikan setiap pagi rekening bank kita menerima transfer dana sebesar AS $ 86.400. Jumlah tersebut harus dihabiskan hari itu juga, karena malam harinya bank akan menghapus sisa yang tak terpakai. Apa yang akan kita perbuat dengan uang tersebut?

Hidup kita sesungguhnya bak sebuah rekening bank waktu. Setiap pagi kita diberi modal 86.400 detik. Malam harinya, sisa waktu yang tak terpakai akan dihapus. Begitu seterusnya. Tak ada cerita sisa saldo hari ini bisa dikumpulkan sebagai tabungan besok pagi. Setiap hari, kita harus bisa menginvestasikan modal yang diberikan guna memperoleh 
manfaat sebaik-baiknya dalam hidup, menyangkut kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan.

Kita bisa bertanya kepada seorang pelajar yang tinggal kelas, untuk menyadari betapa berharganya SATU TAHUN. Kita bisa bertanya kepada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur, untuk menyadari betapa berharganya waktu SATU BULAN. Kita bisa bertanya kepada editor majalah mingguan, untuk menyadari berharganva waktu SATU MINGGU.
Untuk menyadari nilai SATU JAM, kita bisa bertanya pada sepasang kekasih yang sedang menunggu janji berkencan. Untuk menyadari nilai SATU MENIT, bisa bertanya pada seseorang yang ketinggalan kereta/ pesawat. Untuk menyadari nilai SATU DETIK, bisa bertanya pada orang yang baruterhindar dari tabrakan mobil.

Hargailah setiap detik yang kita miliki. Terlebih karena kita menggunakannya bersama-sama dengan orang-orang yang tercinta dalam menjalani hidup ini. Ingat, kemarin merupakan sejarah. Besok masih misteri. Hari ini adalah sebuah Anugrah. Jadi manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya dan penuh dengan rasa syukur.

"Time is not just A Money, Time is Life" 
Waktu bukan hanya uang, tapi waktu adalah nyawa kita.

Penulis : Rudy Lim

Rabu, 16 Mei 2012

Tak peduli siapa pun engkau, engkau harus berlari


NO MATTER WHO YOU ARE, YOU HAVE TO RUN.
Tak peduli siapa pun engkau, engkau harus berlari.



Di pagi hari tadi, harimau bangun untuk bersiap-siap berlari mengejar rusa.

Rusa yang bangun lebih awal di pagi itu, juga bersiap-siap untuk berlari menghindari harimau.

Harimau menggumam kepada dirinya sendiri …

Hmm … aku tak boleh lamban dalam lariku hari ini, atau keluargaku tak makan.

Rusa berbisik kepada dirinya …
Aku harus berlari lebih cepat lagi hari ini, karena mungkin saja harimau lebih cepat larinya hari ini, atau aku tak pulang ke keluargaku di senja ini.

Mama kelinci mendengar desah hati sang rusa, dan berpaling kepada anaknya yang masih remaja, dan menasihatinya …

Anakku yang aku cintai,

Di hutan ini, tak masalah apakah engkau harimau, rusa, atau kelinci - engkau harus berlari.

Kehidupan di hutan ini tegas dan kejam, dan menghukum keras siapa pun yang malas.

Si anak kelinci bertanya,

Tapi Ma, mengapa di kota itu ada orang malas?

Ooh … itu karena mereka, tidak seperti binatang - mereka diberkati dengan kemampuan untuk mengeluh.

Kita - binatang ini, tak memiliki sifat alamiah untuk mengeluh, jadi kita bersegera bekerja dengan tanggung-jawab penuh untuk membangun kualitas kehidupan kita sendiri.

Kalau manusia, karena bisa mengeluh - mereka mengeluh.

Mungkin mereka mengira bahwa mengeluh akan memudahkan kehidupan. Padahal tidak!

Karena mengeluh tak memperbaiki kehidupan, mereka mengalihkan keluhan kepada orang lain - dengan memprotes dan menyalahkan orang lain.

Tapi ada sebagian manusia yang terpuji jiwanya, yang rajin bekerja.

Dan karena mereka diberkati dengan akal, mereka membangun kehidupan yang jauh lebih baik daripada kita.

Tapi, jika kita mensyukuri nikmat Tuhan, tidak masalah apakah kita kelinci, rusa, harimau, atau manusia - kita akan hidup dengan berbahagia jika kita aktif dan rajin bekerja.

Lalu Mama Kelinci berkata kepada anak kesayangannya,

Udah … sana gih! Larilah, jadikan dirimu berguna.

Si remaja kelinci berlari riang, sambil berseru …

Ok Mama, I love you as always!

Mama Kelinci tersenyum: Hmm … kaya' Mario Teguh aja tuh anak.

Tuhan, titip anakku yang sangat aku cintai itu ya?

Aamiin

Mario Teguh - Loving you all as always

Selasa, 15 Mei 2012

Monyet Vs Angin


‎"@ MONYET vs ANGIN @"

Alkisah ada cerita seekor monyet sedang
nangkring di pucuk pohon kelapa. Dia nggak sadar
lagi diintipin sama tiga angin gede.
Angin Topan, Tornado sama Bahorok. Tiga angin
... itu rupanya pada pengen isengin si Monyet, mereka bertaruh siapa yang bisa
paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa, dilah yg paling kuat

Dengan sombongnya Angin Topan bilang :" Aku cuma perlu waktu 45 detik untuk jatuhkan si monyet....
Angin Tornado nggak mau kalah, "Aku 30 detik."
Angin Bahorok senyum ngeledek, "hem 15 detik juga
jatuh tuh monyet.

Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju. Angin
TOPAN duluan, dia tiup sekenceng-kencengny a,
Wuuusss.....
Merasa ada angin gede datang, si monyet
langsung megang batang pohon kelapa sekuat kuatnya. Beberapa menit lewat,
ternyata nggak jatuh-jatuh tuh juga si monyet. Angin Topan pun
nyerah.

Giliran Angin TORNADO. Wuuusss¦ Wuuusss! Dia
tiup sekenceng-kencengnya. semenit berlalau,Ngga jatuh juga tuh
monyet. Angin Tornado pun nyerah jg...

Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih kenceng lagi dia
tiup. Wuuuss¦ Wuuuss! Wuuuss¦ Si monyet
malah makin kenceng pegangannya. tetap Nggak jatuh-
jatuh. Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin, si
monyet memang Tangguh. Daya
tahannya luar biasa... puji mereka.

Ngga lama, datang angin Sepoi-Sepoi. Dia bilang
aku jg mau ikutan jatuhin si monyet. sepontan Diketawain sama
tiga angin itu. Yang gede aja nggak bisa, apalagi
yang kecil..... xi xi ...

Nggak banyak omong, Angin SEPOI-SEPOI
langsung niup ubun-ubun si monyet. Pesssss¦..... Enak
banget. Adem.. Seger..¦ Riyep-riyep matanya si
monyet. Nggak lama ketiduranlah dia. terLepas
pegangannya kemudian Jatuh deh tuh si monyet.

Al-Hikmah :
Boleh jadi ketika kita diuji dengan KESUSAHAN,
dicoba dengan Penderitaan,
di dera belbagai ujian dari Allah.. .
Kita kuat, bahkan lebih kuat dari sebelumnya.. .
Tapi jika kita diuji dengan
KENIKMATAN.. .
KESENANGAN.. .
KEMAKMURAN.. .
Tak jarang dari kita terlena… lalai dan salah jalan..
mestinya Kita tetap hati-hati dan lebih banyak lagi bersyukur
Atau
"mengalahkan kekerasan hati seseorang dengan kelembutan seringkali lebih
efektif dan berhasil daripada merubahnya dengan kekerasan dan
pemaksaan….."

Sumber : Anonymous

Minggu, 13 Mei 2012

Sang Nelayan


Alkisah, ketika sedang melaut seorang nelayan mengamati seekor ular yang berenang menuju perahunya.

Begitu ular itu sudah berada di dekat perahu, sang nelayan bisa melihat ternyata ular itu membawa seekor katak di dalam mulutnya. Karena merasa kasihan dengan si katak, sang nelayan pelan-pelan mengulurkan tangannya ke dalam air dan dengan hati-hati mengeluarkan katak itu dari mulut si ular. Katak itu pun segera pergi menjauh.

Tapi dalam hati sang nelayan timbul rasa kasihan yang sama pada si ular. Sang nelayan pun mencarikan sesuatu yang bisa diberikan padanya. Ia menemukan sebotol minuman sejenis wiski, menuangkan minuman itu segelas penuh, dan dengan hati-hati memberikannya pada si ular.

Ular itu lalu berenang menjauh. Sang nelayan merasa puas dengan perbuatan baiknya. Tapi sekitar sepuluh menit kemudian, ia mendengar suara ketukan pelan di bagian sisi perahunya. Ketika menoleh ke arah samping, dilihatnya ular itu telah kembali... tapi kali ini dengan membawa dua katak di dalam mulutnya.
***
Jika kita membandingkan kisah di atas dengan kehidupan nyata kita, bukankah ada kemiripan di antara keduanya? Jika kita memberikan sesuatu pada seseorang (atau hewan) apa yang mereka inginkan, bisa dipastikan mereka akan kembali dan kembali lagi. Bahkan, mungkin mereka akan membawa sekalian keluarga dan teman-temannya.

Tindakan memberi dan membantu orang lain memang sangat dianjurkan, tapi alangkah lebih baiknya jika tindakan itu dapat juga dijadikan sebagai "alat" pemicu atau penyemangat agar di kemudian hari mereka bisa lebih mandiri dan lebih kuat. Jangan sampai kebaikan kita malah menjadikan pihak penerima bantuan sebagai orang yang hanya berpangku tangan menunggu pertolongan orang lain.

Penulis : Tim AndrieWongso

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More