https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGl7xNQKc5QnQFadH7Ak9LqtE88wPDuX8n-B8Wyeh2xOxpz4LuM3LthHBCdR-YptAu6G5za9sEkM4YDNzQrmQOeoLdqbw9mtnoGxZfKKl4CAfMh2cjQKlVgGPd1d2kPs5fTk-XmdbShXs/s1600/lagu.jpg
Siapa yang tak kenal dengan musik.
Ya, musik memang tak asing lagi bagi telinga kita. Dengan musik kita bisa meluapkan
semua emosi kita, kita bisa mencurahkan seluruh isi hati kita. Bahkan menurut
penelitian musik bisa membuat otak anak menjadi cerdas, dan banyak ibu hamil
yang khusus membeli musik instrumental untuk diperdengarkan pada bayi yang
masih didalam kandungannya.
Tapi bagaimana jadinya apabila
banyak anak-anak Indonesia yang mendengarkan lagu dewasa, tentunya kita pernah
melihat seorang anak yang karena ibunya pecinta drama korea juga musik kpop
maka anaknya yang masih berusia 5-6 tahun lebih suka menyanyikan lagu kpop
meski mereka tidak tahu apa artinya dan meski mereka tidak tahu apa maksud dari
lagu itu sendiri, bahkan ketika si anak itu ditanya lagu kesukaannya maka si
anak dengan lantang menjawab “saya suka Super Junior”, kemudian ketika ditanya
apa judulnya mereka juga menjawab dengan lantang “Mr.Simple”. Itulah “Realita Musik Anak Indonesia” sekarang ini. Bahkan yang lebih mirisnya lagi, lirik-lirik
lain yang mengandung arti negatif bisa membuat anak-anak terpengaruh dalam
kebiasaan buruknya di masa mendatang.
http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/anakanak_riangilustrasi_100721064331.JPG
Dan fenomena itu benar-benar
terjadi dan betul-betul cukup mengkhawatirkan, karena anak usia dini yang
seharusnya selalu merasa gembira selalu merasa ceria tapi malah merasakan
kegalauan orang dewasa karena selalu mendengar musik pop tentang percintaan, yang ujung-ujungnya anak yang masih duduk dibangku SD saja sudah paham dan sudah mengerti tentang pacaran, sungguh itu sudah menjadi realita anak indonesia sekarang ini.
Berbeda dengan beberapa tahun kebelakang, dimana
anak-anak masih menyanyikan lagu yang sesuai dengan umur mereka. Saya juga
masih ingat bagaimana lucunya adik saya ketika berumur masih belia, dia selalu
menyanyikan lagu yang berjudul “Abang Tukang Baso” dan yang paling menggelitik
ketika dia bernyanyi dengan lirik versi dia bukan versi aslinya, kalau aslinya “baso
bulat seperti bola pingpong” tapi dia malah bilang “Baso bulat seperti bola
ipong”dan itu membuat saya betul-betul kangen dengan fenomena musik anak Indonesia yang dulu-dulu booming. Saya betul-betul ingin mendengar kembali anak-anak
kecil bernyanyi seperti adik saya yang betul-betul lucu.
Dan kita tidak bisa menyalahkan pihak manapun terhadap redupnya perkembangan musik anak di Indonesia. Jadi, alangkah baiknya para orang tua
lebih bisa memilih dan memilah lagu-lagu yang layak bagi anak-anak jangan karena anda senang musik pop maka anda mendengarkan musik itu bersama anak anda. Berilah
mereka lagu yang khusus untuk anak-anak dan memiliki lirik yang positif seperti lagu dibawah ini.
Agar mereka bisa tumbuh dengan pemikiran yang positif tanpa sugesti yang negatif, karena otak anak akan cepat menerima dan menangkap sugesti dari sebuah lirik yang dikemas dengan musik sama halnya dengan kita, maka pilihlah lagu yang sesuai dengan umur mereka. Dan mudah-mudahan para musisi indonesia banyak yang lebih peduli terhadap perkembangan musik anak indonesia.
0 komentar:
Posting Komentar